Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts

Thursday, February 23, 2017

Bedol Deso

Membaca laporan tren tenaga kerja di Indonesia tahun 2017, ada satu hal yang tidak berubah yaitu hubugan antara atasan dan bawahan.
Saya sendiri pernah mengalami diperusahaan saya berkerja, ketika pimpinan perusahaan kami meninggalkan perusahaan, berbondong-bondong para Manajer dan karyawan lainnya ikut mengundurkan diri mengikuti pimpinan tsb. Salam Hangat. COACH@work. www.dhm-partners.com

Saturday, January 14, 2017

Pemimpin Seperti Bunglon

 
Di saat Bunglon merasa terancam , Ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan. (Wikipedia). 
   
Pemimpin yang ingin berhasil mendapatkan dukungan anak buahnya, kadang kala harus seperti Bunglon, keberadaannya tidak disadari oleh anak buahnya sehingga mereka bisa berkerja dengan optimum dan nyaman tanpa merasa tertekan. Dalam persaingan dunia bisnis dewasa ini dibutuhkan Ide Kreatif yang hanya akan muncul bilamana seluruh Tim Kerja bersinergi dengan nyaman. Salam Hangat. COACH@Work.

Friday, December 16, 2016

Level Terendah Kepemimpinan

 
Level terendah dari Kepemimpinan adalah ketika Bawahan mengikuti Atasannya karena Rasa Takut atas Posisi Atasannya, Galak, Suka Ngebully, Suka Mengancam akan PHK, dsb. Mereka lupa, bahwa kinerja yang diraih saat ini dengan cepat hanya semu, selain itu Bawahan punya Hati, Perasaan dan Harga Diri. Potensi Optimum hanya akan terwujud bila Bawahan terbebas dari Rasa Takut dan Inisiatif Bertindak datang dari Kesadaran Diri Sendiri. Salam Hangat. COACH@Work.
 
 
Linkedin posted on December 15, 2016.

Thursday, December 15, 2016

Followership

 
Pelajaran terpenting seorang Pemimpin (Leader) adalah untuk menjadi Pengikut (Follower) yang baik, karena dengan menjadi Pengikut kita belajar menjadi seorang Pemimpin. Pengikut yang baik hanya menyerap perilaku yang positif dari Pemimpinnya dengan bijaksana sehingga tidak terjadi seperti kata pepatah "Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari". Salam Hangat. COACH@Work.
 
Linkedin posted on November 24, 2016.

Wednesday, December 14, 2016

Blamming

“To blame someone” Artinya adalah menyalahkan orang lain. Secara panjang, artinya adalah menyatakan bahwa seseorang bertanggung jawab atas suatu kesalahan. Seorang kawan mengirimkan "text" WA dirinya dan atasannya (MD) yang pada intinya ia dipersalahkan karena dianggap tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, dimana sebetulnya kesepakatan tersebut cacat hukum dan melanggar aturan. Atasannya berusaha menutupi kesalahannya dengan mengkambing hitamkan dirinya. Ia sedang mempertimbangkan untuk melaporkan masalah ini kepada atasan atasan, tapi ia takut hak-haknya akan dipersulit/ tidak diberikan dan nama baiknya akan dirusak oleh atasannya ini. Semoga ia segera mendapatkan solusi atas masalah yang dihadapinya. Salam Hangat. COACH@Work.

Linkedin posted on November 14, 2016

Thursday, February 7, 2013

Generation Gap

Berikut ini beberapa gambar yang menunjukkan "Generation Gap" yang terjadi saat ini. Sangat menarik gambar-gambar ini karena betul-betul secara sederhana menunjukkan perbedaan generasi. Pemahaman tentang karakteristik tiap-tiap generasi  akan mempermudah kita berhubungan dan berkomunikasi dengan mereka, juga mengelola SDM saat ini.

 


Monday, January 28, 2013

Spiritual SAMURAI

"Diantara bunga-bunga ada Sakura, diantara laki-laki ada Samurai"

Dikutip dari buku :
SPIRITUAL SAMURAI
Karya : Bp. Ary G. Agustian

Pada satu perjalanan di Kyoto, pada Oktober 2008, Bp. Ary menggunakan taksi menuju ke Hotel, ketika hampir tiba, seharusnya sopir membelok ke kanan tetapi tetap lurus, akibatnya taksi harus berputar lagi. Menyadari kesalahannya, sopir memohon maaf berkali-kali dan segera mematikan argometernya. Saat itu Bp. Ary merasa kagum atas tindakan sopir yang tidak ingin merugikan penumpangnya. Setelah akhirnya sampai, Bp. Ary menyerahkan 650 yen sesuai jumlah terakhir yang diingatnya tertera di argometer. Namun sopir taksi menolak untuk dibayar. Bp. Ary tetap berusaha menyerahkan uang karena sopir tersebut telah mengantar ke Hotel, tapi sopir taksi bersikeras menolak dibayar, IA MERASA MALU TIDAK MAMPU MENJALANKAN TUGASNYA DENGAN BAIK.

Setelah peristiwa Hirosima dan Nagasaki, dalam kurun dua dekade Jepang telah menjadi negara paling maju di Asia Timur dan berpengaruh dalam perekonomian dunia.

Karakter dan mentalitas istimewa masyarakat Jepang :
- Kejujuran
- Tanggung Jawab
- Kesetiaan
- Hormat
- Pantang Menyerah
- Disiplin
- Keberanian

Nilai-nilai tersebut berakar dari nilai-nilai kaum Samurai yang menerapkan BUSHIDO.

Bushido terdiri dari kata 'bushi' (ksatria atau prajurit) dan 'do' (jalan). Bushido arti harfiahnya adalah "jalan ksatria" merupakan sebuah sistem etika atau aturan moral kesatriaan yang berlaku dikalangan samurai.

8 Nilai Bushido :
- Gi, integritas
- Yu, keberanian
- Jin, kemurahan hati
- Rei, penghormatan
- Makoto, kejujuran
- Meiyo, nama baik
- Chugo, kesetiaan
- Tei, peduli pada yang lebih tua

Samurai berasal dari kata kerja bahasa Jepang 'saburau" yang berarti 'melayani'. Yang dinamakan Samurai adalah 'seseorang yang terlahir dari keluarga terhormat yang ditugaskan  mengabdi kepada bangsawan atau menjaga anggota keluarga kekaisaran'.