Wednesday, September 2, 2020

Manfaat Menemukan Makna Hidup

Menurut Pangky (2003), bahwa individu yang menemukan makna hidup akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Perasaan puas akan pencapaiannya selama menjalankan hidup yang penuh dengan rintangan dan tantangan.

 Berikutnya Bastaman (1996) menjelaskan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang dicapai ketika seseorang telah menemukan makna hidup. Artinya individu akan mendapatkan kebahagiaan jika dirinya mampu dan telah menemukan makna hidup, bahkan dalam penderitaan sekalipun. Kebahagiaan merupakan tujuan hidup orang banyak, hal tersebut hanya bisa dicapai ketika manusia mampu memaknai setiap tindakan, pengalaman-pengalaman, rejeki yang telah didapat, dan memaknai setiap hal-hal kecil dalam dirinya.

 


 Makna Hidup membuat Individu akan mendapatkan kebahagiaan, bahkan dalam penderitaan sekalipun, manfaat dari menemukan makna hidup tersebut, dapat terlihat dari perilaku sehari-hari, seperti hidup sederhana, berbicara dengan ramah dan sopan, selalu membantu dan menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan, memaafkan atau berbuat kebaikan pada orang-orangtelah berbuat dzalim kepadanya dan sifat-sifat baik lainnya.

Salam Hangat. COACH@work.

Tuesday, September 1, 2020

Belajar dari orang GAGAL

Sering kali kalau kita mengikuti suatu seminar atau pelatihan maka pembicara atau fasilitatornya adalah orang-orang yang dianggap sukses dan menguasai topik yang dibicarakan. Pembicara/ fasilitator akan berbicara bagaiamana kiat sukses yang telah dilakukannya sampai membawanya pada posisi sekarang dan semua orang terperangah dan kagum. Berapa banyak pembicara/ fasilitator  yang juga menjelaskan bahwa mereka sebelumnya juga mengalamai berbagai kegagalan sampai akhirnya mencapai suatu kesimpulan yang dimilikinya saat ini. Mungkin masalah kegagalan ini menjadi tidak penting karena peserta lebih ingin untuk belajar kiat-kiat sukses untuk bisa juga sukses dengan menerapannya ditempat kerja masing-masing.

 


Gagal sukses adalah sebuah siklus hidup dan tidak ada orang yang dapat menghindarinya. Mana yang lebih bermanfaat ? Anak saya setelah lima kali mengikuti proses seleksi baru diterima berkerja. Ada temannya cukup sekali langsung diterima. Dalam hal ini kita fokus pada aspek gagal sukses dalam melamar kerja. Yang saya bayangkan setelah ditolak empat kali, anak saya akan merasakan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan, harus bersaing dengan ribuan pelamar lainnya. Sedangkan temannya akan merasa bahwa mencari pekerjaan adalah sangat mudah, buktinya dia langsung diterima cukup dengan hanya satu kali melamar.

 

Kegagalan menyebabkan kita lebih rinci dalam memahami proses, dengan pengalaman mengikuti proses seleksi sampai dengan empat kali, anak saya memiliki beragam pengalaman metode seleksi yang dilakukan oleh beragai perusahaan, mulai dari yang hanya melakukan wawancara, ada yang psikotes baru wawancara, dsb. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya dimasa yang akan datang.

 

Kegagalan juga menyebabkan kita belajar bagaimana mengendalikan emosi dan menjadi tidak sombong. Anak saya lulus sekolah dengan nilai terbaik, ketika pertama kali melamar kerja berbekal kepercayaan diri yang tinggi sudah yakin akan diterima, namun ternyata gagal. Pengalaman ini cukup mengecewakan dirinya, namun dia menjadi penasaran, mencoba lagi yang kedua kali diperusahaan lain, gagal lagi, kecewa lagi, terus dialaminya sampai yang keempat kali gagal. Dititik ini dia berpikir untuk melanjutkan sekolah dulu baru cari kerja lagi, tapi kemudian mendpatkan info dari temannya untuk mencoba yang kelima, dan diterima. Tak terasa saat ini sudah memasuki tahun ketiga diperusahaan ini.

 

Bagi teman-teman yang saat ini sedang tidak berkerja atau masih berkerja,  pergunakan waktu yang ada dalam masa PSBB ini untuk back to zero, coba berpikir out of the box, coba kembangkan diri sesuai dengan potensi masing-masing dan siap-siap setelah masa covid 19 ini untuk lepas landas, bisa jadi harus ganti profesi.

 

Salam Hangat. COACH@work.

Mengelola Kekecewaan PHK

 Yang paling sulit ketika kita mengalami PHK adalah mengendalikan perasaan/ emosi. Berbagai perasaan muncul, marah, kecewa, sedih, merasa dikhianati oleh orang lain, depresi dan sebagainya. Lebih parah lagi adalah ketika kita menyikapinya secara kurang tepat. Jangan takut, bahwa PHK akan dialami oleh semua orang yang berstatus karyawan, tidak pandang apa posisinya mulai dari Office Boy sampai dengan Presiden Direktur. Jadi janganlah berkecil hati.

 

 Seorang Teman pernah mengalami. Dia marah, kecewa,merasa dikhianati dsb. Tapi perasaan  ini tidak menyebabkan dia kehilangan akal,  dia perjuamgkan haknya, alhamdulillah perusahaan memberikan uang pesangon dalam jumlah yang dia harapkan. Ini modal untuk keluarga sampai dia mendaptkan pekerjaan dan penghasilan kembali.

 

Teman ini mencoba mengelola perasaan kecewa setelah PHK  dengan mengembangkan pemikiran bahwa dia akhirnya terbebas dari seorang atasan yang zholim, dia meyakini bahwa ini semua adalah suratan takdir untuk berpindah pada episode hidup lain yang lebih baik, PHK ini bukan akhir dari kariernya.

 

Salam Hangat. COACH@work.