Thursday, September 17, 2020

Tetap berkarir dalam masa pendemi Covid 19.

Dalam masa pendemi Covid 19 ini, awalnya saya berpikir teman-teman profesional yang masih berkerja dalam perusahaan akan coba bertahan dan tidak berpikir akan pindah kerja.

Berita baik, seorang teman mendapatkan kesempatan pindah ke perusahaan lain dengan posisi satu tingkat lebih tinggi masuk ke level Direktur. Dia tidak menyangka akan mendapatkan tawaran ini apalagi pada masa seperti sekarang. Sudah hampir 4 bulan WFH, tidak sangka mulai bulan depan sudah pundah kekantor baru.

 


Kata guru saya, almarhum Bp. IUI, kesempatan itu datangnya seperti bis kota ketika kita menunggu di terminal, siapa yang siap dan sigap pasti cepat naik bis dan mencapai tujuan, kalo kita kebanyakan mikir sehingga bengong, sampai kapanpun tidak akan naik bis dan mencapai tujuan. Salam Hangat. COACH@work.

Tuesday, September 15, 2020

Beberapa alasan susah mendapatkan pekerjaan.

Yang pertama, kurang cocok gaji yang ditawarkan dengan yang diharapkan, solusinya sesuaikan harapan dan kenyataan, dalam masa sulit seperti saat ini ada baiknya jangan terlalu jual mahal, banyak teman yang sulit mendapatkan pekerjaan.

 

Yang kedua, mencari tempat kerja yang dekat dengan tempat tinggal, solusinya kita harus adaptif, bisa menyesuaikan diri, dengan banyak alternatif moda transportasi yang ada ini tidak menjadi hambatan, apalagi kalo punya kendarasn pribadi.

 


 

Yang ketiga, tidak ada lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, solusinya melamar sesuai dengan minat dan bakat, ketika menjadi HRD diperusahaan retail, saya pernah punya teman seorang Sarjana Perpustakaan bekerja menjadi Manajer Departemen.

 

Tetap Semangat. Salam Hangat. COACH@work.

Friday, September 11, 2020

Investor Galau

Ketika harga US$ masih sekitar Rp.5rb an, setiap habis gajian pasti beli 500 s/d seribu US$, rencananya untuk dipake keperluan  travelling dan juga ditabung nyobain investasi dolar. Singkat cerita akhirnya stop waktu US$ jadi Rp. 10rb an.

Sudah satu bulan ini coba nabung emas pake aplikasi. Idenya muncul waktu harga emas mendekati Rp. 1 juta per gram, tergoda cerita teman yang nilai emasnya sudah menjadi hampir 2 kali lipat. Dia beli waktu harga emas pergram masih Rp. 500rb an.


Akhirnya sama seperti US$, emas yang disimpan terancam untuk dijual lagi, karena nilai jualnya ternyata sekitar 10% lebih rendah. Waktu beli saya sudah bayar sekitar Rp. 2 jt an, namun ketila dijual hanya kembali Rp. 1,8 jt an, belum lagi berbagai biaya yang ditanggung. Mau untung jadinya buntung nih. 

Salam Hangat. COACH@WORK.