Tuesday, September 22, 2020

PHK Musibah atau Kesempatan

 Seorang teman bercerita, sekitar 10 tahun lalu beliau mengungkapkan ketidakmampuan dan penyelewengan yang dilakukan oleh atasannya, namun dengan kekhlian berpolitik atasannya, akhirnya beliau yang terkena PHK. Proses PHK yang diterimanya juga sangat menyakitkan, karena dianggap sebagai penghianat.

 

Awalnya kejadian ini membuat dirinya cukup terpukul dan hilang kepercayaan diri, namun atas nasehat temannya timbul kembali keyakinan diri, bahwa peristiwa ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk lebih mengembangkan karier, selama berkerja diperusahaan prestasi kerjanya dalam bayang-bayang atasannya. 

 

 

Tidak sampai sebulan setelah PHK, beliau mendapatkan pekerjaam diperusahaan lain, dan setelah sepuluh tahun posisinya sekarang adalah GM Operation. Yang diutamakannya dalam berkerja adalah obyektifitas dan prestasi kerja, dia tidak tergoda untuk bermain politik didalam kantor karena menurutnya kita sebagai karyawan dibayar untuk menghasilkan karya dan keuntungan bagi perusahaan. 

 

Salam Hangat. COACH@work.

Thursday, September 17, 2020

Tetap berkarir dalam masa pendemi Covid 19.

Dalam masa pendemi Covid 19 ini, awalnya saya berpikir teman-teman profesional yang masih berkerja dalam perusahaan akan coba bertahan dan tidak berpikir akan pindah kerja.

Berita baik, seorang teman mendapatkan kesempatan pindah ke perusahaan lain dengan posisi satu tingkat lebih tinggi masuk ke level Direktur. Dia tidak menyangka akan mendapatkan tawaran ini apalagi pada masa seperti sekarang. Sudah hampir 4 bulan WFH, tidak sangka mulai bulan depan sudah pundah kekantor baru.

 


Kata guru saya, almarhum Bp. IUI, kesempatan itu datangnya seperti bis kota ketika kita menunggu di terminal, siapa yang siap dan sigap pasti cepat naik bis dan mencapai tujuan, kalo kita kebanyakan mikir sehingga bengong, sampai kapanpun tidak akan naik bis dan mencapai tujuan. Salam Hangat. COACH@work.

Tuesday, September 15, 2020

Beberapa alasan susah mendapatkan pekerjaan.

Yang pertama, kurang cocok gaji yang ditawarkan dengan yang diharapkan, solusinya sesuaikan harapan dan kenyataan, dalam masa sulit seperti saat ini ada baiknya jangan terlalu jual mahal, banyak teman yang sulit mendapatkan pekerjaan.

 

Yang kedua, mencari tempat kerja yang dekat dengan tempat tinggal, solusinya kita harus adaptif, bisa menyesuaikan diri, dengan banyak alternatif moda transportasi yang ada ini tidak menjadi hambatan, apalagi kalo punya kendarasn pribadi.

 


 

Yang ketiga, tidak ada lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, solusinya melamar sesuai dengan minat dan bakat, ketika menjadi HRD diperusahaan retail, saya pernah punya teman seorang Sarjana Perpustakaan bekerja menjadi Manajer Departemen.

 

Tetap Semangat. Salam Hangat. COACH@work.