Tuesday, September 15, 2020

Beberapa alasan susah mendapatkan pekerjaan.

Yang pertama, kurang cocok gaji yang ditawarkan dengan yang diharapkan, solusinya sesuaikan harapan dan kenyataan, dalam masa sulit seperti saat ini ada baiknya jangan terlalu jual mahal, banyak teman yang sulit mendapatkan pekerjaan.

 

Yang kedua, mencari tempat kerja yang dekat dengan tempat tinggal, solusinya kita harus adaptif, bisa menyesuaikan diri, dengan banyak alternatif moda transportasi yang ada ini tidak menjadi hambatan, apalagi kalo punya kendarasn pribadi.

 


 

Yang ketiga, tidak ada lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, solusinya melamar sesuai dengan minat dan bakat, ketika menjadi HRD diperusahaan retail, saya pernah punya teman seorang Sarjana Perpustakaan bekerja menjadi Manajer Departemen.

 

Tetap Semangat. Salam Hangat. COACH@work.

Friday, September 11, 2020

Investor Galau

Ketika harga US$ masih sekitar Rp.5rb an, setiap habis gajian pasti beli 500 s/d seribu US$, rencananya untuk dipake keperluan  travelling dan juga ditabung nyobain investasi dolar. Singkat cerita akhirnya stop waktu US$ jadi Rp. 10rb an.

Sudah satu bulan ini coba nabung emas pake aplikasi. Idenya muncul waktu harga emas mendekati Rp. 1 juta per gram, tergoda cerita teman yang nilai emasnya sudah menjadi hampir 2 kali lipat. Dia beli waktu harga emas pergram masih Rp. 500rb an.


Akhirnya sama seperti US$, emas yang disimpan terancam untuk dijual lagi, karena nilai jualnya ternyata sekitar 10% lebih rendah. Waktu beli saya sudah bayar sekitar Rp. 2 jt an, namun ketila dijual hanya kembali Rp. 1,8 jt an, belum lagi berbagai biaya yang ditanggung. Mau untung jadinya buntung nih. 

Salam Hangat. COACH@WORK.

Thursday, September 10, 2020

Antara Sales Dan Pelayanan

Seorang teman saya bermaksud membelikan hp untuk cucunya agar lebih giat belajar dirumah. Setelah browsing beberapa hari, akhirnya menemuka hp untuk pemula dengan harga yang tidak terlalu mahal sekitar 1 jutaan.

 

Besoknya dia mendatangi counter hp disebuah mall dekat rumahnya. SPG yang menyambutnya langsung menawarkan hp dengan harga 20 x budget yang dimilikinya sampai akhirnya turun sekitar 3x. Akhirnya dia menyampaikan bahwa hanya cari hp untuk pemula dengan sekitar 1 jutaan maksimum 2 jutaan. Walaupun demikian SPG tetap mengarahkan untuk membeli hp yang mahal walaupun tidak dibutuhkannya.

 


Singkat cerita, akhirnya batal beli hp untuk cucu, saat ini jamannya mungkin sudah beda, kalo jaman dulu seorang SPG akan menanyakan dulu kebutuhan pelanggan dan akan mengarahkan sesuai kebutuhan pelanggan sesuai kemampuannya, tapi nampaknya saat ini lebih mengarahkan agar membeli barang semahal mungkin agar target sales tercapai. 

Salam Hangat. COACH@work.