Saturday, August 29, 2020

Hati-hati dengan Paradigma kita.

 Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Seorang Ibu mengeluh karena tidak diperbolehkan oleh anaknya untuk menghadiri pesta perkawinan besannya tanpa alasan yang jelas. Otomatis Ibu ini tersinggung karena merasa direndahkan harga dirinya. Ibu ini memiliki sudut pandang negatif terhadap peristiwa ini. Adakah alternatif pemikiran yang lain ? Bisa jadi anaknya melarang Ibu ini untuk terhindar dari peristiwa yang memalukan dan tidak mengenakkan karena hubungan dengan besan sedang tidak baik. 


  Kita dikantor sering juga berburuk sangka ketika dipanggil Boss, umumnya orang berpikiran akan dimarahi atau ditambahin pekerjaan. Namun bisa saja dipanggil Boss karena akan dikasih bonus, kalaupun ditambahin pekerjaan ini artinya kita dipercaya sama Boss. Tetaplah jaga sudut pandang kita positif agar hidup selalu bahagia dan menyenangkan. 

 

Salam Hangat. COACH@work.

 

Post Power Syndrome

Post power syndrome merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan ketidakmampuan individu melepaskan apa yang pernah dia dapatkan dari kekuasaanya dahulu.

 Tetapi post power syndrome dapat juga timbul pada orang-orang yang bukan pernah menjabat, Syndrome ini bisa timbul pada orang yang bingung merasa nantinya tidak mempunyai kegiatan, sehingga menimbulkan ketidak nyamanan tertentu.

 


 Artinya orang yang mengalami post power syndrome adalah orang-orang yang tidak bisa menerima perubahan yang terjadi, dan perubahan itu terkait dengan kehilangan aktivitas, hilangnya jabatan atau kekuasaan ,  hilangnya harta, dan sebagainya.

 Gejala post power syndrome biasanya bermacam-macam diantaranya, bisa jadi marah, mudah tersingung, kesal, iri, atau sebal, dan apapun yang dikerjaakan orang selalu salah dimatanya. Dan jika terus berlarut-larut, tidak mustahil gangguan jiwa yang lebih berat akan dideritanya,  Sudah tentu orang yang terkena post power syndrome ini butuh psikoterapi . 

Salam Hangat. COACH@work.

Bahagia atau Sukses, mana yang lebih dulu ?

 Ketika saya diangkat jadi GM HR, saya merasa sukses tapi tidak bahagia karena saya harus meninggalkan keluarga saya selama tiga bulan training di Bangkok, dan lebih tidak bahagia lagi karena keterbatasan biaya maka tidak ada jatah pulang sebulan sekali, termasuk juga ketika tiba disana saya ditempatkan disebuah hotel yang kalo di Indonesia masuk kelas melati/ losmen. Melihat tantangan tanggung jawab pekerjaan, saya tetap bertahan sampai program selesai, termasuk saya mendapatkan kesempatan belajar budaya perusahaan yang sangat welas asih terhadap karyawannya. 

 


Dari pengalaman saya ini menunjukkan bahwa Bahagia dan Sukses merupakan 2 hal yang berbeda dan bukan sebab akibat. Orang yang Bahagia belum tentu harus sukses dulu demikian juga Orang Sukses belum tentu Bahagia.

Salam Hangat. COACH@work.